7 Tips Mempersiapkan Pernikahan Sendiri dengan Budget Friendly di Jakarta

Tepat pada 7 Juli 2019 lalu akhirnya saya menikah dengan pasangan yang sudah bersama dengan saya sejak awal kuliah di Fikom Unpad dulu. Yes, kami akhirnya menikah setelah 7 tahun pacaran. Can we call it lucky number 7? ๐Ÿ˜› Bagi kami berdua, mempersiapkan pernikahan ini bukanlah hal yang mudah, seperti kebanyakan generasi millennials dari kelas menengah yang banyak mau tapi dana pas-pasan, kami tentunya juga ingin pernikahan ini berjalan sesuai keinginan kami, berkesan, dan pastinya instagramable. Ngaku deh, kalian yang sedang mempersiapkan pernikahan pasti sudah memikirkan nanti mau post seperti apa di Instagram feeds, bukan? Alright, we feel you!
 
Oleh karena itu, saya merasa perlu berbagi pengalaman bagaimana cara mempersiapkan pernikahan sendiri dengan budget friendly yang tetap sesuai keinginan dan berkesan, paling tidak buat kami pengantin yang berbahagia, hehe. Apalagi penikahan saya dilangsungkan di Jakarta, yang mana mitosnya harga pernikahan di Jakarta itu mahalnya selangit.
Sebelum masuk ke rincian tips mempersiapkan pernikahan sendiri dengan budget friendly ala saya dan pasangan, menurut kami ada tiga kunci utama yang perlu kamu tekankan berdua pasangan sebelum lanjut menyiapkan printilan pernikahan lainnya.
 
1. Gengsi jangan ketinggian!
Intinya tahu diri dan sadar dengan apa yang kalian berdua punya. Nggak harus juga kok menikah dengan konsep bak putri dan putra raja serta pakai vendor yang hits di sosial media.
 
2. Komunikasi lancar adalah awal dari persiapan pernikahan sendiri yang bahagia.
Percaya deh, mulai dari ngomongin konsep acara, budget, sampai bunga warna apa yang akan di pakai di pelaminan di saat-saat krusial begini itu bisa jadi bikin emosi dan sakit kepala. Kebayang kalau komunikasi kalian dan pasangan nggak lancar, bisa runyam urusannya.
 
3. Sering-sering silaturahmi.
Ternyata benar bahwa silaturahmi itu bisa mendatangkan rezeki, di saat mempersiapkan pernikahan sendiri kami merasakan betul kehadiran teman-teman kami membantu banyak hal demi kelancaran acara kami. Kalau budget pas-pasan, maka coba kerjasama dengan teman-teman atau keluarga terdekat yang memiliki sarana atau akses untuk memenuhi kebutuhan pernikahan kita.
 
Sebagai informasi, pernikahan saya dan pasangan memakan budget keseluruhan kurang dari Rp150 juta! Tepatnya Rp142 juta untuk acara akad dan resepsi di daerah Kemang, Jakarta Selatan dengan jumlah tamu (yang direncanakan) 500 orang, seserahan untuk CPW dan CPP, foto pre-wedding di Bandung, dan akomodasi semua keluarga inti, dua hari satu malam menjelang hari pernikahan.
 
Budget tersebut adalah hasil tabungan kami berdua dan tambahan dari orangtua CPP karena beliau ingin mengundang teman-temannya yang mana di luar dari budget kami berdua. Kami hanya membuat budget untuk mengundangan keluarga dan teman-teman dekat kami berdua tanpa teman-teman orangtua. Namun, kami tidak menutup kesempatan jika orangtua ingin mengundang teman-teman mereka dengan budget dari mereka sendiri. 
Nah, supaya teman-teman semakin mendapat gambaran mengenai cara mempersiapkan pernikahan sendiri dengan budget pribadi, yuk, simak ini rangkuman 7 tips mempersiapkan pernikahan sendiri dengan budget friendly.

Ini 7 tips mempersiapkan pernikahan sendiri dengan budget friendly.

1. Tentukan jumlah tamu perorang bukan perundangan

 
Langkah awal yang kami lakukan ketika mulai serius mempersiapkan pernikahan adalah dengan berdiskusi mengenai siapa saja yang hendak kami undang dan berapa banyak jumlahnya. Untuk menentukan hal ini kami juga berdiskusi dengan pihak keluarga masing-masing. Ketika bicara mengenai hal ini kami juga sembari memaparkan perkiraan budget kasar yang bisa kami persiapkan untuk mengadakan pernikahan. Ketika itu akhirnya tercetuslah keputusan bahwa kami hanya bisa mengundang keluarga dan sahabat dekat kami berdua.
 
Setelah itu, kami hitung dengan rinci jumlah tamu perorang bukan perundangan. Misalnya kami memberikan satu undangan untuk salah satu om, yang mana om ini memiliki satu istri dan tiga anak, berarti perhitungannya โ€œOm A = 5 Orangโ€ dan seterusnya. Oh iya, keluarga juga termasuk ke dalam perhitungan undangan, ya, karena kan nanti di acara mereka akan makan juga jadi tentunya sudah harus dipikirkan jumlahnya. Jangan pernah membuat hitungan kasar ketika sudah masuk tahap budgeting. Misalnya kamu hanya menulis โ€œKeluarga CPP +- 120 orangโ€, tapi ternyata nanti yang hadir saat acara 150 orang, nah kan berabe, 30 orang lagi mau dikasih makan apa?
 
Jumlah tamu ini sangat penting untuk dicatat. Pasalnya banyak pasangan yang salah kaprah dan akhirnya catering kurang saat acara karena hanya menghitung tamu berdasarkan undangan atau keluarga tidak dihitung sebagai undangan tapi ternyata yang datang diluar perkiraan. Perhitungan tamu ini juga sangat memengaruhi keseluruhan budget, karena berhubungan dengan pemilihan tempat hingga banyaknya makanan catering yang harus dipesan.
 

2. Bikin rincian budget, kalau bisa sedetail mungkin!

 

Berhubungan dengan poin sebelumnya, kami juga membuat rincian budget saat mempersiapkan pernikahan sendiri dengan sangat detail. Kami menggunakan Google Sheet untuk menulis rincian budget. Platform ini kami pilih karena mudah diakses dan di-update kapan saja, selain itu juga bisa di-share sehingga kami berdua bisa mengakses dan memantau terus sheet budgeting ini.
 
Pada rincian budget ini kami tidak hanya menulis daftar vendor dan harganya atau sekedar pengeluaran dan pemasukan saja. Pada rincian budget ini kami juga menulis pemasukan kami dan kapan realisasi pemasukan tersebut. Selain itu, pada bagian pengeluaran kami memasukan detail berapa kali DP harus dibayar kemudian ada catatan rinci berapa banyak lagi sisa pembayaran yang harus kami lunasi dan lain-lain.
 
Selama mempersiapkan pernikahan sendiri, saya merasa sangat terbantu karena sudah meluangkan waktu di awal untuk membuat google sheet budgeting ini. Pasalnya, semua pengeluaran dan pemasukan menjadi terlihat dengan jelas, tidak ada pembayaran yang terlewat, dan semuanya bisa di-update dengan mudah setiap ada transaksi.
 
Bagi kamu yang masih bingung membuat rincian budget pernikahan sendiri, kamu bisa gunakan tabel budgeting yang saya gunakan dulu. Kamu bisa download atau copy tabelnya pada link di sini.
 

3. Pilih venue dulu, tanggal menyesuaikan

 

Setelah memiliki gambaran berapa banyak budget yang bisa kamu dan pasangan keluarkan untuk pernikahan, selanjutnya masuk ke tahap yang paling tricky yaitu memilih tempat. Saya dan pasangan tentu sudah mengerucutkan pilihan tempat kami sesuai dengan jumlah tamu dan budget yang kami miliki. Berdasarkan dua kriteria tersebut pilihan tempat kami sudah sangat terbatas tapi untungnya kami dan keluarga fleksibel soal pilihan tanggal. Waktu itu kami hanya memiliki rencana menikah setelah Lebaran, kapan pun itu tanggalnya namun lebih cepat lebih baik.
 
Menurut saya pemikiran ini justru membuat kami bisa cukup leluasa memilih tempat. Pasalnya memilih tempat dengan tanggal yang benar-benar sesuai keinginan dan budget di Jakarta ini seperti mencari jarum dalam jerami, hampir tidak mungkin. Kecuali budget yang kamu miliki tidak terbatas. Untuk itu menurut saya saat kamu ingin mulai mempersiapkan pernikahan sebaiknya pilih dulu venue acaranya, sedangkan untuk tanggal menyesuaikan dengan jadwal yang available.
 
Tetapi jika kamu dan keluarga masih menganut paham tanggal baik atau apa pun itu pokoknya lebih penting tanggal, ya monggoโ€ฆ Pilih tanggal yang sesuai tetapi kamu harus rela venue seadanya menyesuaikan tanggal yang available. Intinya, untuk kita yang pernikahannya budget friendly ini harus merelakan salah satunya, antara venue atau tanggal.
 

4. Venue dan catering paketan bisa jadi solusi yang praktis

 

Saya dan pasangan memutuskan untuk mempersiapkan pernikahan sendiri tanpa bantuan WO sejak awal. Rencana kami menggunakan WO adalah hanya pada hari H saja karena pada hari itu tentunya kami berdua sudah tidak bisa lagi mengurus semuanya berdua. Keputusan ini kami pilih lagi-lagi berdasarkan perhitungan budget yang seefisien mungkin.
 
Oleh karena itu, sejak awal kami berdua juga sepakat untuk memilih venue atau catering yang sudah satu paket agar lebih praktis, sehingga kami tidak perlu lagi memilih dan mencari vendornya satu persatu. Beruntung kami mendapatkan vendor venue, catering, dekorasi, dan entertainment dalam satu paket.
 
Pilihan kami ini ternyata tepat karena membuat kami menjadi less sakit kepala saat mempersiapkan pernikahan sendiri, hahaha. Saat koordinasi pun jadi cukup ke satu orang tidak perlu banyak kepala yang justru bikin ribet dan harga juga terhitung menjadi lebih murah.
 

5. Pilih vendor sesuai budget bukan seberapa banyak followers-nya di sosmed


Nah, ini dia yang sering kali menjadi problematika generasi millennials dari kelas menengah yang referensinya hanya dari sosial media. Makanya ketika memilih vendor kami melakukan riset dari banyak sumber, mulai dari sosial media, blog, Youtube, hingga referensi teman dan keluarga. Semuanya kami tanya dan kami cari tahu dengan rinci fasilitas apa saja yang diberikan hingga berapa biaya yang kami harus keluarkan. Intinya pilih vendor sesuai budget bukan seberapa banyak followers-nya di sosmed.

 
Pasalnya yang sering kami temui ketika dulu mencari vendor adalah kebanyakan vendor yang hits dan punya banyak followers harganya cukup mahal dan tidak masuk di budget kami yang kurang dari Rp150 juta. Sedangkan jika melihat vendor lain yang mungkin followers-nya biasa saja tapi ternyata harganya jauh lebih murah dengan fasilitas yang ditawarkan hampir serupa.
 

6. Kerjasama dengan teman untuk menghemat budget

 

Berkaitan dengan kunci utama nomor tiga di atas, banyak-banyaklah menjalin silaturahmi saat mempersiapkan pernikahan sendiri. Pasalnya, kami mendapatkan beberapa kerjasam vendor yang merupakan teman kami sendiri sehingga bisa menghemat budget cukup lumayan. Coba ingat-ingat kembali teman yang punya usaha berkaitan dengan vendor wedding, bisa jadi EO, photographer, videographer, atau bahkan florist.
 
Selain menghemat budget, menurut saya keuntungan lain yang bisa didapatkan ketika bekerjasama dengan vendor yang merupakan teman sendiri adalah perasaan yang lebih nyaman. Brainstorming ide konsep acara hingga komunikasi menjelang hari H juga menjadi lebih lancar dan terbuka, karena teman biasanya sedikit banyak sudah mengenal selera dan keinginan kita.
 

7. Manfaatkan promo, diskon, dan cashback

 

Sebagai penganut paham โ€œmendapatkan kualitas sebaik-baiknya dengan biaya semurah-murahnyaโ€, saya dan pasangan sangat akrab dengan istilah promo, diskon, dan cashback, hahaha. Terbiasa memanfaatkan ketiga fitur tersebut dari berbagai pihak dalam kehidupan sehari-hari, cara ini pun kemudian kami terapkan saat mempersiapkan pernikahan sendiri dengan budget friendly.
 
Menurut saya, ada beberapa pos pengeluaran yang sangat bisa dihemat melalui fitur promo, diskon, dan cashback. Berdasarkan pengalaman, saya dan pasangan bisa menghemat biaya paket venue dan catering sebanyak Rp2 juta dengan memanfaatkan fitur cashback dari vendor. Pengurangan biaya langsung tersebut kami dapatkan setelah melakukan down payment (DP) saat acara wedding expo. Nah, ini juga trik dari saya, sebaiknya saat ke wedding expo kamu dan pasangan sudah tahu vendor apa yang kalian inginkan.
 
Tujuan ke wedding expo adalah untuk meyakinkan diri kalian berdua apakah memang vendor tersebut cocok untuk acara kalian, jika sudah cocok maka langsung lakukan DP di tempat saat wedding expo. Sebab saat acara ini berlangsung biasanya banyak vendor yang melakukan promosi salah satu bentuknya adalah cashback langsung.
 
Selanjutnya, kami juga berhemat ketika membeli seserahan saat diskon midnight sale di dalah satu mall di Jakarta Pusat. Waktu itu kami hanya menganggarkan biaya sebesar Rp2 juta perorang untuk membeli seserahan. Mungkin banyak dari kamu yang bingung, kok seserahan beli sendiri? Iya, kami memang membeli sendiri seserahan kami dan diambil dari budget yang kami kumpulkan berdua, tujuannya agar tidak merepotkan orangtua.
 
Dengan budget masing-masing Rp2 juta kami bahkan sudah bisa mendapatkan seserahan cukup lengkap karena membelinya saat diskon. Untuk CPW atau saya sendiri seserahannya terdiri dari satu paket perlengkapan mandi, sepatu, tas, baju, dan seperangkat baju tidur. Begitu juga dengan pasangan saya atau CPP yang mendapatkan perlengkapan mandi, sepatu, dan seperangkat baju kantor lengkap.

 


Selain itu, kami juga memanfaatkan promo dari salah satu e-commerce saat membeli souvenir. Hampir sama seperti venue, penghematan yang kami terima juga berupa cashback. Nah, pemilihan souvenir ini juga sebaiknya dipikirkan dengan matang, jangan asal membeli dan asal bagus tapi pada akhirnya tidak digunakan dengan optimal oleh tamu yang hadir. Setelah memperhitungkan budget, keputusan kami jatuh pada pilihan souvenir berupa stainless straw. Pertimbangannya, pertama karena harganya terjangkau, bentuknya praktis dibawa oleh tamu-tamu kami saat meninggalkan acara, dan daya gunanya yang cukup long lasting sehingga tidak cepat menjadi sampah rumah tangga bagi tamu kami.
 
Begini trik saya mengemat pembelanjaan sovenir pernikahan, karena souvenir saya terdiri dari tiga items yang berbeda jadi kami membelinya dari tiga toko yang berbeda pula namun tetap di e-commerce yang sama dan kami mencari harga termurah. Pertama, kami membeli stainless straw, kemudian dari pembelian tersebut kami mendapatkan sejumlah cashback. Dari cashback tersebut kemudian kami belikan brush untuk membersihkan stainless straw. Terakhir kami membeli pouch untuk membungkus stainless straw dan brush-nya. Dari pembelian pouch ini pun kami kembali mendapatkan cashback yang kemudian kami belikan alat wax stamp untuk menghias undangan. Jadi, dari trik tersebut terhitung hanya dua items yang kami beli dengan harga penuh yaitu stainless straw dan pouch saja, tetapi output-nya kami mendapatkan empat items berbeda. Hemat dan menguntungkan, bukan? ๐Ÿ˜€ Jadi intinya, memang harus mau agak repot jika ingin berhemat dan hasilnya maksimal.

Sekiranya sekian tips dan pengalaman saya seputar cara mempersiapkan pernikahan dengan budget friendly di Jakarta. Jika masih ada yang membingungkan atau ingin teman-teman tanyakan, kalian bisa menulisnya di kolom komentar atau kirimkan DM langsung pertanyaan kalian melalui akun Instagram saya. Semoga sukses calon pengantin, jangan terlalu stress dan tetap santai menuju hari bahagia ๐Ÿ™‚

2 thoughts on “7 Tips Mempersiapkan Pernikahan Sendiri dengan Budget Friendly di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s